Kamis, 17 Januari 2013

6 Ruas Tol DKI Terintegrasi dengan 17 BRT


Ilustrasi. (Foto: Situs BPJT)

JAKARTA - Enam ruas tol lingkar dan radial DKI Jakarta nantinya akan menyediakan 17 shelter Bus Rapid Transit (BRT). Hal tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan moda transportasi umum massal di ibukota.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak mengatakan, keberadaan shelter-shelter tersebut juga akan terintegrasi dengan moda transportasi massal seperti kereta api, Mass Rapid Transit (MRT) dan monorel.

"Seperti shelter Dukuh Atas misalnya, nantinya menumpang bisa turun disitu untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta, monorel ataupun dengan Trans Jakarta," jelas dia, dilansir dari situs resmi PU, Jumat (18/1/2013).

Menurutnya, jalur enam ruas tol lingkar dan radial DKI Jakarta yang terdiri dari tiga lajur untuk setiap arahnya, satu lajur di antaranya akan diperuntukkan bagi BRT. Enam ruas tol yang akan dibangun yaitu Semanan-Sunter (20,23 Km), Sunter-Pulo Gebang (9,44 Km), Duri Pulo-Kampung Melayu (12,65 Km), Ulujami-Tanah Abang (8,7 Km), Kemayoran- Kampung Melayu (9,6 Km) serta Pasar Minggu-Casablanca (9,15 Km).

Dia menjelaskan, BRT akan beroperasi secara ulang-alik di ruas tol yang dibangun pada ketinggian hingga 10 meter tersebut. Di setiap shelter BRT juga akan ada penambahan lajur pendek sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di tol yang akan dibangun dengan nilai investasi hampir Rp42 triliun itu.

"Jumlah 17 shelter yang ada nantinya lebih banyak dari jumlah pintu keluar masuk kendaraan yang hanya ada sembilan buah. Itu sebagai upaya dukungan untuk transportasi massal," tambah dia.

Dia menjelaskan, keberadaan enam ruas tol lingkar dan radial Jakarta selain menguntungkan karena ada lajur khusus BRT, nantinya juga akan memisahkan lalu lintas kendaraan jarak jauh dengan kendaraan jarak deket. Rasio panjang jalan di ibukota juga akan bertambah 0,3 persen dari kondisi saat ini yang baru 6,26 persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar