Rabu, 12 Desember 2012

Makalah DM

1. TINJUAN TEORI
A. Definisi
Diabetes Melitus Merupakan suatu penyakit gangguan metabolik Kronik yang komplek dipegaruhi oleh kemampuan tubuh dalam menghasilkan dan memanfaatkan insulin, sehingga menyebabkan hiperglikemi yang berlangsung lama. Diabetes Melitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat ganggun hormonal, yang menimbulkan berbagai kompliksi kronik.
(Mansjoer, 2001)
B. Etiologi
1. Insulin Dependet Diabetes Mellitus (IDDM) / DM type I dipengaruhi oleh:
- Destruksi sel beta pulau langerhans akibat proses autoimun.
- Faktor genetik yang mewarisi suatu predisposisi.
- Faktor lingkungan, virus, toksin tertentu yang memicu proses autoimun.
2. Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) / DM type II dipengaruhi oleh :
- Resistensi dan gangguan sekresi insulin .
- Usia (> 65 tahun).
- Obesitas.
- Riwayat keluarga.
- Kelompok etnik.
(Smeltzer, 2002)
C. Patofisiologi
Insulin disekresikan oleh sel II beta yang merupkan salah satu dari empat tipe sel dalam pulau II langerhans pankreas, Insulin merupakan hormon anabolik atau menyimpan kalori insulin juga menghambat pemecahan glukosan, protein, dan lemak yang disimpan pada DM tipe I terdapat ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin karena sel-sel beta pankreas telah dihancurkan oleh proses autoimun. Sehingga glukosa menjadi tidak terkendali dan tidak bisa disimpan di dalam hati. Selanjutnya akan dapat menimbulkan hiperglikemia karena tidak ada pengendalian dalam proses glikogenolisis dan glukoneogenesis.

D. Manifestasi Klinis
Diagnosis DM awalnya dipikirkan dengan adanya khas berupa:
- Politagia.
- Poliuria.
- Polidipsa.
- Lemas.
- Berat badan turun.
Dan gejala lain yang biasa dikeluhkan oleh pasien:
- Kesemutan.
- Gatal.
- Mata kabur.
- Impotensi pada pria.
- Pruritus vulva pada wanita.

E. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penyaring perlu dilakukan pada kelompok dengan resiko tinggi untuk DM.
 Kelompok usia dewasa tua (> 40 tahun):
- Obesitas.
- Tekanan darah tinggi.
- Riwayat DM dan kehamilan dengan BBLB > 4000 gr.
- Dislipidemia.
 Pemeriksaan GDS  Normal 90 – 110
­ Gula darah sewaktu.
­ Kadar gula darah puasa.

­ Tes toleransi glukosa oral standar.
Untuk kelompok resiko tinggi yang hasil pemeriksaannya negatif, perlu pemeriksaan penyaring ulangan tiap tahun.

F. Fokus Intervensi
Diagnosa keperawatan
a. Gangguan nutrisi berhubungan dengan intake makanan yang berlebih/kurang.
­ Kaji kebiasaan makan pasien.
­ Observasi adanya gejala hipo/hiperglikemi.
­ Observasi alternatif makanan pengganti yang disukai.
­ Anjurkan pasien untuk disiplin diit yang telah ditentukan.
­ Kerjasama dengan tim kesehatan:
 Ahli gizi untuk pengaturan diit DM.
 Pemberian ijeksi insulin.
 Pemberian glukosa 40%.
 Pemberian cairan paninteral.
b. Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi
­ Awasi tanda-tanda vital.
­ Kaji intensitas dan perjalanan rasa sakit.
­ Berikan posisi yang nyaman.
­ Lakukan pembersihan luka.
­ Kerjasama dengan dokter untuk pemberian analgetik.
c. Kurang pengetahuan penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi
­ Berikan penjelasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan penyakitnya.
­ Beri kesempatan untuk bertanya.
­ Ikut sertakan pasien dan keluarga dalam pengobatan dan perawatan luka.
d. Gangguan integritas kulit b/d ulkus
­ Observasi respon sensorik dari daerah sekitar luka.
­ Observasi adanya infeksi sekunder pada sekitar luka.
­ Ubah posisi yang sakit setiap 2 jam.
­ Lakukan perawatan luka minimal 2x sehari.
­ Bila luka basah kompres betadine.
­ Kolaborasi dengan tim kesehatan.
e. Gangguan perfusi jaringan berhubungan P fungsi vaskuler
­ Awasi tanda vital tiap 2 jam.
­ Observasi kelembaban kulit ajanosis keringat dingin, rasa tebal dan kesemutan.
­ Observasi adanya perubahan pada ekstermitas.
­ Anjurkan pasien untuk tidak merokok.
­ Berikan posisi kaki lebih rendah dari kepala.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar