Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Januari 2013

Anelka Resmi Berlabuh di Turin



Nicolas Anelka. (Foto: ist)
Nicolas Anelka.

TURIN - Nicolas Anelka sudah menandatangani kesepakatan untuk bergabung bersama klub raksasa Italia, Juventus. Hal itu sudah dikonfirmasi oleh presiden klub Juventus Beppe Moratta.

Seperti diketahui bahwa setelah hengkang dari Chelsea, striker berkepala plontos itu memutuskan untuk bergabung dengan klub Cina, Shanghai Shenhua. Kabar yang beredar Anelka tidak kerasan berada di negeri tirai bambu itu.

Si Nyonya Tua julukan dari Juventus mendaptakan Anelka dengan status pinjaman pada kontrak lima bulan berjalan. Anelka menambah daftar nama pemain top yang merumput di Turin setelah striker asal Spanyol Fernando Llorente memastikan diri bergabung dengan Juve pada 1 Juli mendatang.

“Saya sangat senang berada di sini,” ujar Anelka kepada wartawan seperti dilansir NDTVsports Minggu (27/1/2013).

Morrata sebagai presiden klub menambahkan memang kesepakatan dengan Anelka belum resmi namun sejumlah media di Italia menyaksikan Anelka sudah berjabat tangan dengan para pejabat klub.

“Itu adalah situasi darurat dan kami membutuhkan beberapa senjata tambahan di lini depan. Kami sudah telah mengajukan kontrak selama lima bulan kepada Anelka,” papar Moratta.

“Dia (Anelka) bisa mnjadi solusi jarak pendek yang baik bagi kita dan di akhir musim kami akan mengevaluasi situasi. Ini adalah kontrak lima bulan dengan opsi untuk musim kedua, jika semua hal berjalan dengan baik,”ungkap Morrata.

Namun jika melihat skuad Conte sendiri memang posisi depan sudah di isi Mirko Vucinic, Sebastian Giovinco, Fabio Quagliarella, Alessandro Matri, dan Nicklas Bendtner.

Moratta juga menambahkan, “Dia akan tersedia untuk skuad dan kemudian terserah Conte untuk memutuskan bagaimana menggunakannya”.

Minimnya Antusias Pemain ke Timnas



Skuad Timnas Indonesia (Foto: Heru Haryono/Okezone)

MALANG - Tim nasional (timnas) tampaknya menghadapi problem yang sama dibanding sebelumnya. Alotnya pemanggilan pemain menjadi masalah yang bisa mengganjal prestasi tim Merah-Putih. Itu juga berlaku untuk pemanggilan timnas U-23 arahan Aji Santoso.

Klub-klub Jawa Timur yang menjadi penyumbang terbanyak skuad timnas, kurang antusias dengan pemanggilan tersebut. Dengan beragam alasan, mulai izin operator liga hingga alasan pemain masih dibutuhkan klub, mereka masih mempertimbangkan keterlibatan pemainnya dalam membela negara.

Arema Cronous menjadi klub yang pemainnya banyak dipanggil ke timnas. Sebanyak tujuh pemain diinginkan Aji Santoso, yakni Kurnia Meiga, Egi Melgiansyah, Yericho C, Johan Alfarizi, Dedi Kusnandar, Hendro Siswanto dan Sunarto. Walau mendapat kehormatan menyumbang pemain terbanyak, Arema tidak terlalu antusias.

“Kalau memang ada pemanggilan, kami akan berkonsultasi dulu dengan PT Liga Indonesia sebagai operator ISL. Bagaimana pun kami tidak bisa membuat keputusan sendiri. Kami juga belum tahu apakah para pemain itu dibutuhkan klub,” tukas General Manager Arema Ruddy Widodo.

Persoalan dualisme kompetisi memang menjadi kendala utama untuk melibatkan pemain di tim negaranya. Itu pula yang dirasakan Persela Lamongan. Dua pemainnya, Samsul Arif dan Fandi Eko Utomo, mendapatkan kepercayaan memperkuat timnas dan manajemen belum menentukan sikap konkrit.

Asisten Manajer Persela Yuhronur Efendi juga mengatakan bakal berkoordinasi dengan KPSI yang membawahi Indonesia Super League (ISL). “Soal mau atau tidak sebenarnya tergantung pemain. Manajemen membebaskannya. Tapi kami juga harus meminta pendapat dari KPSI karena bagaimana pun ada dua liga,” ujarnya.

Klub lain yang menyumbangkan pemain ke timnas adalah Arema IPL. Berbeda dengan Arema Cronous yang menyumbang tujuh pemain, Arema IPL hanya menyumbang satu pemain yakni kiper Aji Saka. Arema yang berada di bawah PSSI pun belum memutuskan apakah bakal melepas Aji Saka.

Pertimbangannya, Arema kini sedang mengalami krisis kiper dan Aji Saka dibutuhkan untuk persiapan tim menuju Indonesian Premier League (IPL). “Kami tidak masalah ada pemanggilan timnas. Tapi tergantung kebutuhan tim. Kalau pelatih menginginkan pemain bertahan di klub ya kami tidak melepasnya,” cetus General Manager Arema IPL Abriadi Muhara.

Musim lalu Aji Saka dilepas ke timnas U-23 karena memang tidak banyak mendapatkan tugas di tim utama arahan Dejan Antonic. Namun klub yang bermarkas di Stadion Gajayana ini menahan pemainnya yang dibutuhkan timnas senior, yakni Legimin Raharjo dan Gunawan Dwi Cahyo.

Klub yang tidak keberatan adalah Persema Malang. Walau kini tengah ngebut mempersiapkan tim di bawah asuhan Slave Radovski, tiga pemain Persema diizinkan terlibat membela negaranya. Tiga pemain tersebut adalah Kim Kurniawan, Dio Permana dan Syaiful Indra.

“Tidak masalah. Kami tidak keberatan kalau ada pemanggilan timnas karena itu bisa memberikan pengalaman bagi pemain muda. Sejak dulu Persema tidak pernah menolak mengirimkan pemain ke timnas. Saya rasa agenda timnas tidak akan berbenturan dengan liga,” ucap CEO Persema Didied Poernawan.

Klub lain yang secara reguler merelakan pemain memperkuat timnas adalah Persebaya Surabaya. Kali ini ada dua pemain Persebaya yang rencananya dilibatkan, yakni Andik vermansyah dan Dhany Saputra. Andik sendiri selalu menjadi langganan sekaligus kekuatan utama timnas U-23 musim lalu.

Kamis, 24 Januari 2013

Mourinho Akui Lebih Suka Lawan United

Jose Mourinho (Foto: Daylife)
Jose Mourinho
MADRID – Pelatih Real Madrid,Unit Jose Mourinho mengaku menikmati kesempatan melawan Manchester United pada pertandingan 16 besar Liga Champions, yang disebutnya sebagai hal yang fantastis.

Pada 13 Februari mendatang, Setan Merah bakal mengunjungi Santiago Bernabeu untuk melakoni laga leg pertama, dan pertandingan itu akan menjadi pertemuan yang ke-16 kali Mourinho dengan Ferguson. Mourinho memenangi tujuh laga di antaranya, dan hanya kalah dua kali, dan sisanya berakhir imbang.

Kendati punya catatan lebih baik saat bertemu Ferguson, mantan pelatih Chelsea itu tak pernah menang jika bertandang ke Old Trafford ketika timnya berkiprah di ajang Liga Champions. Meski demikian, Mourinho tetap menargetkan gelar Liga Champions ke-10 untuk Madrid pada musim ini.

“Gelar ke-10 Liga Champions adalah target, tapi kami harus sadar bahwa tim lain juga bagus dan punya kesempatan menang. Kami harus bekerja keras untuk ini, dan terutama musim ini ketertinggalan kami sudah terlalu jauh di La Liga,” ujar Mourinho, seperti dilansir Goal, Kamis (24/1/2013).

“Pertandingan lawan Manchester United adalah fantastis. Saya lebih menyukai itu. Ferguson adalah contoh yang fantastis. Dia datang untuk melihat tim saya, dan saya melakukan hal yang sama,” jelas pelatih berkebangsaan Portugal ini.

Mourinho dan Ferguson diketahui dua sosok yang cukup akrab, terutama ketika The Only One masih menjabat sebagai pelatih The Blues. Keduanya juga pernah beberapa kali menghabiskan waktu untuk saling berdiskusi sambil minum anggur.

Madrid ke Semifinal dengan 9 Pemain


Ronaldo saat coba melewati hadangan Jonathan Viera (Foto: Reuters)

VALENCIA - Real Madrid memastikan tiket semifinal Copa Del Rey usai menahan imbang Valencia 1-1 dengan hanya 9 pemain. El Real lolos dengan agregat 3-1 usai menang 2-0 pada leg pertama.

Menjamu El Real di Mestalla pada leg kedua perempatfinal, Kamis (24/1/2013) dini hari WIB, Valencia langsung tampil ofensif demi membalaskan dendam usai dua kali dikalahkan Madrid. Pertama kalah 0-2 pada leg pertama di Bernabeu, dan kalah telak 0-5 di Mestalla pada laga La Liga, akhir pekan kemarin.

Pelatih Ernesto Valverde kali ini memasang Nelson Valdez berduet dengan Jonas di lini depan. Roberto Soldado disimpan di bangku cadangan. Sementara itu, Jose Mourinho mempercayakan lini depannya pada Karim Benzema yang disokong Cristiano Ronaldo, Angel Di Maria dan Mesut Ozil di lini kedua.

Madrid yang bermain lebih sabar, punya peluang lebih dulu. Menit ke-7, Xabi Alonso mengirim umpan kepada Ronaldo, yang kemudian melepas tembakan. Namun, kiper Vicente Guaita tampil sigap mengamankan gawangnya.

Valencia membalas lewat peluang di menit ke-13. Berawal dari sepak pojok, Aly Cissokho menanduk bola, namun masih mengenai tangan dari Casillas yang coba memotong. Nahas bagi Casillas, dia harus ditarik keluar lantaran mengalami cedera tangan, akibat ditendang Alvaro Arbeloa saat coba mengamankan bola rebound. Posisi Casillas digantikan Antonio Adan.

Usai insiden tersebut, pertandingan berlangsung cukup keras. Kedua tim memperagakan permainan keras sehingga kontak fisik antar pemain tak terhindarkan.

Valancia yang butuh dua gol untuk menjaga asa, terus berupaya menekan. Nelson Valdez punya dua peluang lewat tandukan, menyambut umpan silang. Sayang, eksekusinya mengarah tepat ke pelukan Adan.

Di tengah tekanan Valencia, Madrid sukses mencuri gol lewat Karim Benzema pada menit ke-44. Xabi Alonso mengirim umpan manis dari tengah lapangan. Benzema yang lolos dari jebakan offside, tanpa kesulitan menaklukkan Guaita dalam posisi satu lawan satu. Skor 1-0 untuk Madrid menutup paruh pertama laga.

Memasuki paruh kedua laga, Valencia langsung mengambil inisiatif serangan. Berbagai variasi serangan, mulai dari serangan frontal dari depan hingga crossing dari sisi lapangan pun dicoba para punggawa Los Che.

Angin segar didapat Valencia pada menit ke-50. Madrid harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu kuning kedua (merah) yang diterima Fabio Coentrao. Bek asal Portugal ini pun harus keluar lapangan, akibat melakukan handball saat coba menghalau sebuah umpan silang.

Keluarnya Coentrao semakin menambah derita Madrid, karena tendangan bebas yang dihadiahi wasit sukses dikonversi menjadi gol. Tendangan keras Alberto Tino Costa meluncur deras ke gawang, tanpa mampu dibendung Adan.

Skor 1-1 atau agregat 1-3 membuat para punggawa Valencia kian bersemangat menekan pertahanan Madrid. Namun meski terus menekan, sejumlah peluang yang didapat belum mampu membuahkan gol tambahan.

Memasuki 10 menit terakhir, Valencia terus membombardir pertahanan Madrid. Sementara itu, El Real hanya bisa bertahan, dengan sesekali melancarkan serangan balik lewat Ronaldo yang diplot sebagai ujung tombak, menyusul ditariknya Benzema (digantikan Modric).

Valencia kembali diuntungkan wasit, menyusul kartu merah yang diberikan sang pengadil kepada pemain Madrid. Kali ini giliran Angel Di Maria yang mendapat kartu merah langsung pada menit ke-88, karena dianggap melanggar Joao Pereira.

Beruntung bagi Madrid, meski harus bermain dengan 9 pemain, mereka sukses mempertahankan skor 1-1 hingga peluit panjang ditiupkan wasit. Dengan agregat 3-1, Los Blancos pun berhak melenggang ke semifinal dan membuka peluang terjadinya El Clasico. Syaratnya, pada laga Jumat dini hari nanti, Barcelona menang atas Malaga di La Rosaleda. Pada leg pertama di Camp Nou, El Barca diketahui bermain imbang 2-2.

Susunan Pemain:
Valencia:
Guaita, Ricardo Costa, A. Rami, João Pereira, A. Cissokho, Víctor Ruíz/Piatti (58’), A. Guardado/Banega (46’), A. Costa, Jonathan Viera, N. Valdéz, Jonas/Canales (70’)

Real Madrid: Casillas/Adan (17’), Albiol, Arbeloa, Fábio Coentrão, R. Varane, Xabi Alonso, M. Özil/Nacho (53’), S. Khedira, A. di María, Cristiano Ronaldo, K. Benzema/Modric (74’)

Minggu, 20 Januari 2013

"Milan Bisa Kalahkan Barcelona"

Jelang AC Milan vs Barcelona

"Milan Bisa Kalahkan Barcelona"

 
 
M’Baye Niang. (Foto: ist)
M’Baye Niang.
MILAN - AC Milan harus mendapatkan lawan yang cukup kuat di babak 16 Liga Champions pada 13 Februari mendatang, yaitu dengan melawan Barcelona. Meski begitu, M’Baye Niang optimistis I Rossoneri mampu mengalahkan El Barca.

AC Milan yang bakal menjadi tuan rumah pada leg pertama nanti, memang tidak terlalu diunggulkan dalam laga kali ini. Performa yang masih labil di kompetisi Serie A pun menjadi indikatornya.

Namun tidak bagi Niang, dirinya cukup yakin bisa melawan tim raksasa asal Spanyol tersebut. “Saya optimistis dengan pertandingan Liga Champions versus Barcelona," tegas Niang, seperti dilansir Goal.

Niang pun tak gentar menghadapi kehebatan dari bintang El Barca, Lionel Messi. Pemain Timnas U-21 Prancis menilai Messi bukan pemain yang patut diwaspadai dan mendapatkan perhatian khusus dari timnya.
.
"(Lionel) Messi adalah pesepakbola luar biasa, tetapi dia bukan satu-satunya (pemain yang harus ditakuti). Kami tak bisa selamanya fokus pada satu pemain. Saya tak takut kepada Barcelona. Saya berharap dapat menunjukkannya saat kita bertemu," ujar Niang.

Pemain berusia 18 tahun ini pun berharap dirinya dimasukkan oleh pelatih Massimiliano Allegri dalam laga nanti. "Saya akan lakukan segala yang dapat aku lakukan untuk meyakinkan Allegri untuk memastikan nama saya di dalam skuad Liga Champions,” pungkasnya.

Minimnya Antusias Pemain ke Timnas



Skuad Timnas Indonesia (Foto: Heru Haryono/Okezone)


MALANG - Tim nasional (timnas) tampaknya menghadapi problem yang sama dibanding sebelumnya. Alotnya pemanggilan pemain menjadi masalah yang bisa mengganjal prestasi tim Merah-Putih. Itu juga berlaku untuk pemanggilan timnas U-23 arahan Aji Santoso.

Klub-klub Jawa Timur yang menjadi penyumbang terbanyak skuad timnas, kurang antusias dengan pemanggilan tersebut. Dengan beragam alasan, mulai izin operator liga hingga alasan pemain masih dibutuhkan klub, mereka masih mempertimbangkan keterlibatan pemainnya dalam membela negara.

Arema Cronous menjadi klub yang pemainnya banyak dipanggil ke timnas. Sebanyak tujuh pemain diinginkan Aji Santoso, yakni Kurnia Meiga, Egi Melgiansyah, Yericho C, Johan Alfarizi, Dedi Kusnandar, Hendro Siswanto dan Sunarto. Walau mendapat kehormatan menyumbang pemain terbanyak, Arema tidak terlalu antusias.

“Kalau memang ada pemanggilan, kami akan berkonsultasi dulu dengan PT Liga Indonesia sebagai operator ISL. Bagaimana pun kami tidak bisa membuat keputusan sendiri. Kami juga belum tahu apakah para pemain itu dibutuhkan klub,” tukas General Manager Arema Ruddy Widodo.

Persoalan dualisme kompetisi memang menjadi kendala utama untuk melibatkan pemain di tim negaranya. Itu pula yang dirasakan Persela Lamongan. Dua pemainnya, Samsul Arif dan Fandi Eko Utomo, mendapatkan kepercayaan memperkuat timnas dan manajemen belum menentukan sikap konkrit.

Asisten Manajer Persela Yuhronur Efendi juga mengatakan bakal berkoordinasi dengan KPSI yang membawahi Indonesia Super League (ISL). “Soal mau atau tidak sebenarnya tergantung pemain. Manajemen membebaskannya. Tapi kami juga harus meminta pendapat dari KPSI karena bagaimana pun ada dua liga,” ujarnya.

Klub lain yang menyumbangkan pemain ke timnas adalah Arema IPL. Berbeda dengan Arema Cronous yang menyumbang tujuh pemain, Arema IPL hanya menyumbang satu pemain yakni kiper Aji Saka. Arema yang berada di bawah PSSI pun belum memutuskan apakah bakal melepas Aji Saka.

Pertimbangannya, Arema kini sedang mengalami krisis kiper dan Aji Saka dibutuhkan untuk persiapan tim menuju Indonesian Premier League (IPL). “Kami tidak masalah ada pemanggilan timnas. Tapi tergantung kebutuhan tim. Kalau pelatih menginginkan pemain bertahan di klub ya kami tidak melepasnya,” cetus General Manager Arema IPL Abriadi Muhara.

Musim lalu Aji Saka dilepas ke timnas U-23 karena memang tidak banyak mendapatkan tugas di tim utama arahan Dejan Antonic. Namun klub yang bermarkas di Stadion Gajayana ini menahan pemainnya yang dibutuhkan timnas senior, yakni Legimin Raharjo dan Gunawan Dwi Cahyo.

Klub yang tidak keberatan adalah Persema Malang. Walau kini tengah ngebut mempersiapkan tim di bawah asuhan Slave Radovski, tiga pemain Persema diizinkan terlibat membela negaranya. Tiga pemain tersebut adalah Kim Kurniawan, Dio Permana dan Syaiful Indra.

“Tidak masalah. Kami tidak keberatan kalau ada pemanggilan timnas karena itu bisa memberikan pengalaman bagi pemain muda. Sejak dulu Persema tidak pernah menolak mengirimkan pemain ke timnas. Saya rasa agenda timnas tidak akan berbenturan dengan liga,” ucap CEO Persema Didied Poernawan.

Klub lain yang secara reguler merelakan pemain memperkuat timnas adalah Persebaya Surabaya. Kali ini ada dua pemain Persebaya yang rencananya dilibatkan, yakni Andik vermansyah dan Dhany Saputra. Andik sendiri selalu menjadi langganan sekaligus kekuatan utama timnas U-23 musim lalu.

barcelona kalah

Real Sociedad vs Barcelona

Barcelona Telan Kekalahan Perdana


Lionel Messi dihadang para peman Sociedad (Foto: Reuters)

SOCIEDAD – Barcelona untuk pertama kalinya menelan kekalahan perdana musim ini usai dibekuk 3-2 oleh tuan rumah Real Sociedad dalam pertandingan lanjutan kompetisi La Liga, Minggu (20/1/2013) dini hari WIB di Estadio Municipal de Anoeta.

Barca memimpin lewat Lionel Messi pada menit ketujuh, dan menambah gol melalui Pedro Rodriguez pada menit ke-25. Sociedad membalas lewat Chory Castro pada menit ke-41. Tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat Chory Castro, pada menit ke-63, sebelum akhir membalikkan keadaan melalui gol Imanol Agirretxe di masa injury time. Barca juga harus bermian dengan 10 pemain karena Gerard Pique diusir wasit pada menit ke-56.

Jalannya pertandingan

Sejak menit pertama, Barcelona langsung berusaha mendominasi penguasaan bola mereka atas Sociedad. Bahkan pada menit kelima, sepakan Lionel Messi nyaris membuat Blaugrana memimpin seandainya bola tidak melenceng di samping tiang gawang Sociedad.

Sayangnya, dua menit kemudian Messi benar-benar mencetak gol untuk membawa Barcelona unggul 1-0. Tendangan keras penyerang internasional Argentina tak bisa dibendung kiper Claudio Bravo.

Sociedad bukan tanpa peluang, pada menit kesebelas tendangan Xabi Prieto memanfaatkan sepak pojok Carlos Vela hampir membahayakan gawang Barca. Namun, pada menit ke-25 Barca malah menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui Pedro Rodriguez.

Gol berawal dari aksi Dani Alves dari sisi kiri pertahanan Sociedad, lalu bek sayap asal Brasil ini mengirim umpan silang mendatar untuk kemudian diceploskan oleh Pedro. Dalam kondisi tertinggal, Sociedad mencoba bermain lebih menyerang demi memperkecil ketinggalan.

Hal itu membuat pertahanan Sociedad rapuh, Messi nyaris membuat kedudukan menjadi 3-0 pada menit ke-40 saat dia sudah berhadapan dengan kiper, tapi tendangannya hanya membentur tiang gawang. Malah Sociedad yang akhirnya memperkecil kedudukan menjadi 1-2 semenit kemudian.

Gol Sociedad berasal dari Chory Castro yang menyempurnakan umpan Carlos Vela. Gol itu membuat kepercayaan diri pemain Sociedad meningkat, merka nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-43, tapi Victor Valdes berhasil menggagalkan peluang yang didapat Chory Castro. Hingga 45 menit pertama berakhir, belum ada lagi gol tercipta.

Babak kedua

Bermain di hadapan pendukung mereka sendiri membuat para pemain Sociedad ngotot mengejar ketinggalan. Permainan Xabi Prieto cs lebih agresif di 45 menit kedua, bahkan Vela nyaris membobol gawang Valdes pada menit ke-51, sayang bola masih menyamping.

Di tengah serangan Sociedad, Barcelona malah harus rela kehilangan Gerard Pique yang menerima kartu kuning kedua pada menit ke-56, sehingga membuat Blaugrana harus bermain dengan 10 pemain. Kondisi ini membuat tim asuhan Philippe Montanier semakin diuntungkan, karena mereka lebih leluasa menembus pertahanan Barca.

Benar saja, Sociedad menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-63 ketika tendangan keras Chory Castro mengenai kaki Javier Mascherano sehingga sedikit berubah arah dan masuk ke gawang Barcelona, namun gol itu tidak dianggap bunuh diri.

Pada menit ke-72, tendangan bebas Messi masih melambung di atas mistar gawang Sociedad. Sociedad juga mendapat kesempatan pada menit ke-75 lewat pemain pengganti, Ifran, tapi bola masih bisa ditahan Valdes.

Meski kalah jumlah pemain, anak-anak asuhan Tito Vilanova tetap memberikan perlawanan. Saling serang pun terjadi di antara kedua tim, namun belum ada serangan yang bisa membuahkan hasil.

Laga tampak akan berakhir imbang, Sociedad malah mampu mencetak gol pada menit ke-90+1 melalui pemain pengganti, Imanol Agirretxe yang menyambut umpan silang Carlos Martinez Diet. Gol itu sekaligus menjadi penutup dalam pertandingan itu dan membuat Barcelona kalah 3-2 dari tuan rumah Sociedad.

Kendati kalah, Barca tetap masih memuncaki klasemen sementara La Liga dengan koleksi 50 poin dari 20 kali bertanding.

Susunan pemain kedua tim:

Real Sociedad: Bravo; C. Martinez, Mikel, I. Martinez, De la Bella; Markel, Illarramendi; Griezmann, Xabi Prieto (Pardo 79), Vela (Agirretxe 84); Chory Castro (Ifran 74)

Barcelona: Valdes; Alves, Pique, Puyol, Alba; Busquets, Fabregas (Mascherano 59), Xavi; Pedro (Adriano 89), Messi, Iniesta

Pemain Pertama Bidikan Guardiola

Pemain Pertama Bidikan Guardiola


Luis Suarez. (Foto: Reuters)
Luis Suarez. (Foto: Reuters)
MUNICH – Teka teki mengenai masa depan Josep ‘Pep’ Guardiola akhirnya terjawab sudah. Mantan pelatih Barcelona itu melabuhkan hatinya untuk menukangi raksasa Bundesliga, Bayern Munich.

Kendati baru akan melatih Munich pada Juli mendatang, namun pelatih sarat gelar itu kabarnya telah mempersiapkan sejumlah pemain yang masuk dalam daftar punggawa bidikannya kelak.

Striker Liverpool, Luiz Suarez menjadi salah satu pilar yang masuk dalam daftar pemain bidikannya. Guardiola bahkan telah mengajukan permintaan kepada manajemen Munich untuk menyiapkan dana sebesar 40 juta pounds demi memuluskan rencananya, meminang Suarez, seperti dilansir Mirror, Minggu (20/1/2013).

Guardiola yang mempersembahkan 14 trofi untuk Barca selama empat musim itu memang telah lama terpesona dengan performa impresif striker internasional Uruguay tersebut. Harapan Guardiola memboyong Suarez ke Alianz Arena bukan tak mungkin terealisasikan, mengingat dia memiliki hubungan yang cukup dekat dengan agen sekaligus adik Suarez.

Meski demikian, hasrat Guardiola mendapatkan tanda tangan Suarez bukan tanpa kendala. Pasalnya, The Reds Suarez akan mati-matian mempertahankan pemain andalan sekaligus mesin gol klub.

Sebelumnya, raksasa Serie A, Juventus sempat meminati Suarez pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, pemain yang telah mencetak 16 gol di pentas Premier League itu memutuskan untuk bertahan di Anfield.

Dilepas Adelaide, Sergio van Dijk Bakal ke Persib ?


Dilepas Adelaide, Sergio van Dijk Bakal ke Persib ?

Sergio van Dijk. (Foto: ist)
Sergio van Dijk. (Foto: ist)

ADELAIDE -  Adelaide United.akhirnya resmi melepas salah satunya penyerangnya, Sergio van Dijk. Hal tersebut semakin memunculkan kemungkinan bahwa Van Dijk bakal bergabung dengan klub asal Indonesia, Persib Bandung.

Van Dijk sendiri memang sudah mengutarakan keinginannya untuk pergi dari klub asal Australia tersebut. Hingga akhirnya, kedua belah pihak sepakat memutus kontrak yang akan berakhir pada April nanti.

"Adelaide United ingin berterima kasih kepada Sergio atas kontribusinya selama berada di klub dan berharap dia mendapatkan yang terbaik di masa depan," tulis pernyataan klub pada situs resminya.

Kondisi ini semakin menguatkan kepindahan Van Dijk ke Persib bermain di kompetisi Indonesia Super League (ISL). Pasalnya, Persib memang sudah mengutarakan ketertarikannya untuk merekrut pemain Belanda berdarah Maluku itu sebelum kompetisi ISL bergulir.

Apabila Van Djik benar bakal merapat ke Persib, maka akan menambah jumlah pemain depan yang saat ini dihuni empat pemain yakni Kenji Adachihara, Herman Dzumafo, Airlangga Sucipto dan Sigit Hermawan.

Meski begitu, performa Van Dijk diyakini bisa mendongkrak permainan Persib. Terlebih, selama kiprahnya di Liga Australia, pemain berusia 30 tahun itu telah mencetak 50 gol dan menempatkannya di posisi ketiga sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Australia. (min)

Sabtu, 19 Januari 2013

Madrid vs United = Mourinho vs Sir Alex

Jose Mario dos Santos Mourinho Felix akan kembali adu strategi dengan Sir Alexander Chapman Ferguson (Foto: Reuters)
Jose Mario dos Santos Mourinho Felix akan kembali adu strategi dengan Sir Alexander Chapman Ferguson
MADRID – Satu dari Clash of the Titans di babak 16 besar menyajikan partai Real Madrid vs Manchester United. Diperkirakan, jutaan pasang mata bakal rela meluangkan waktunya hanya untuk memelototi 22 pemain dari kedua kubu baik dari stadion maupun layar kaca.

Entrenador Madrid, José Mourinho sendiri, mengakui partai melawan Setan Merah akan jadi laga yang paling banyak menyerap perhatian se-kolong langit. Hanya saja, pelatih eksentrik itu menyayangkan bahwa pertempuran dua raksasa Eropa ini terjadi di perdelapan final, bukan partai puncak.

Saling puji satu sama lain telah terjadi, bahkan romansa reuni Cristiano Ronaldo dengan mantan rekan-rekannya dan terutama Sir Alex Ferguson, sudah kerap menghiasi sejumlah headlines di berbagai media.

Sebagai tambahan, Mourinho juga sudah tak sabar bersua lagi dengan gaffer kawakan tersebut dalam dua leg mulai bulan depan (13 Februari dan 5 Maret), setelah sempat melahirkan ‘peperangan’ verbal dari masing-masing bench, kala The Only One, masih menggarap anak-anak London Barat bersama Chelsea.

“Inilah partai yang paling ingin dilihat dunia. Real Madrid melawan Manchester United. Sir Alex melawan ‘sahabat lamanya’, Mourinho,” beber Mou – sapaan Mourinho, sebagaimana disadur ADifferentLeague, Selasa (15/1/2013).

Mou sendiri tahu bahwa modal mereka dari kancah domestik jelang menghadapi The Red Devils, sejatinya sedang tak baik-baik amat. Tapi baginya, misi meraih La Decima bagi Los Merengues akan menyelamatkan lehernya dari jeratan PHK manajemen klub.

Setelah melewati grup keras yang diisi para kampiun Liga-liga Eropa, Mou masih mengusung optimismenya untuk meraih gelar Eropa ke-10 Madrid, sebagai pengganti yang sempurna lepasnya titel La Liga musim ini.

“Kami keluar dari grup yang diisi tiga dari lima tim terkuat di kompetisi ini – Borussia Dortmund, Manchester City dan kami sendiri. Sekarang kami mendapatkan lawan terberat di babak 16 besar (Champions League),” tandasnya.

Van Persie Striker Terbaik


Robin van Persie. (Foto: Reuters)
Robin van Persie. (Foto: Reuters)

DORTMUND - Pelatih Borussia Dortmund, Jurgen Klopp, mengungkapkan bahwa dirinya memilih Robin van Persie sebagai penyerang terbaik sepanjang masa. Ia menilai pemain Manchester United tersebut bisa bermain di posisi mana saja.

Penilaian Klopp sendiri dia berikan setelah melihat aksi Van Persie secara langsung ketika Dortmund berhadapan dengan Arsenal di Liga Champions musim lalu. Dirinya  merasa terkesan menyaksikan performa mantan pemain Feyenoord tersebut.

"Secara pribadi, saat berhadapan dengan Arsenal, saya menyaksikan penyerang terbaik sepanjang masa: Robin van Persie," kata Klopp kepada UEFA. "Saya tidak pernah melihat pemain yang bisa bermain dalam tiga posisi sepanjang 90 menit," sambungnya.

Van Persie yang memilih pergi dari Arsenal pada akhir musim lalu itu, memang telah masih memiliki permainan yang cukup impresif. Di United dirinya menjelma sebagai mesin gol setelah sejauh ini mencetak 17 gol.

Torehan golnya tersebut membuat dirinya berada di puncak daftar top skor sementara Premier League. Sekaligus, membawa skuad asuhan Sir Alex Ferguson itu memuncaki klasemen sementara Premier League dengan raihan 55 poin (min)

Pogba: Saya Tahu Siapa Rijkaard!


Selebrasi Paul Pogba. (Foto: Reuters)

TURIN – Tampil menawan di musim perdana, menjadikan Paul Pogba kini mulai disetarakan dengan mantan pelatih Barcelona, Frank Rijkaard. Hal tersebut diutarakan sang allanatore, Antonio Conte menyusul dua gol spektakuler yang disarangkan paul Pogba.

 Paul Pogba menjadi bintang lapangan kala Si Nyonya Tua mengalahkan 4-0 Udinese, Minggu (20/1) dini hari tadi WIB. Namun, meski faktanya demikian Pogba enggan disamakan dengan Rijkaard.

“Saya tahu siapa Rijkaard, saya tidak menyadari apabila permainan saya sama dengannya. Saya tidak meniru siapun, saya hanya ingin memperbaiki penampilan dan tetap menjadi Paul Pogba,” kata Pogba, seperti dilansir Goal, Minggu (20/1/2013).

Gol Pogba terjadi pada menit ke-41 dan menit ke-66. Gol tersebut hadir melalui tendangan keras dari luar area penalti, dan kedua tendangan mantan punggawa Manchester United itu tak mampu dihalau Daniele Padelli yang dini hari tadi menjaga mistar gawang Udinese.

“Malam yang indah untuk saya. Saya mencetak dua gol dan keduanya sangat bagus. Saya sangat bahagia,” lanjutnya.

“Saya harus menjaga permainan seperti ini dan mungkin lebih baik lagi,” tutup gelandang berusia 19 tahun itu.

Capelleo Ingin Hadapi Inggris





Fabio Capello
- Pelatih tim nasional Russia, Fabio Capello sangat ingin berhadapan dengan Inggris di Piala Dunia 2014 Brasil. Capello yakin itu akan jadi pertandingan yang spekatakuler.

Capello merupakan eks pelatih timnas Inggris. Ia melatih The Three Lions dari 2008 sampai 2012. Pada Februari 2012, pelatih asal Italia itu memilih mengundurkan diri menyusul perselisihannya dengan FA.

Meski tak berakhir baik, namun FA tetap mengundang Capello ke perayaan ulang tahun 150 tahun Federasi Sepakbola Inggris itu. Di sana Capello menegaskan hubungannya dengan FA sudah mulai membaik.

"Kita semua berteman sekarang. Rasanya menyenangkan kembali ke sini dan bertemu orang-orang yang pernah bekerja dengan saya. Saya tidak punya masalah dengan siapa pun," kata Capello seperti dilansir Daily Star.

"Saya masih suka datang ke London. Saya punya rumah di sini dan saya sudah beberapa kali kembali."

"Saya tidak bisa bicara tentang apa yang terjadi dengan saya dan Inggris, tetapi saya sangat menikmati hidup saya di Rusia. Harapan saya adalah kami dapat melawan Inggris di Piala Dunia Brasil. Saya pikir itu akan menjadi pertandingan bagus," ucap mantan pelatih Real Madrid, AC Milan dan Juventus tersebut.

Russia saat ini memuncaki klasemen babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2014 zona Eropa. Adapun Inggris berada di posisi kedua Grup H, di bawah timnas Montenegro. 

FA Bakal Ubah Nama Stadion Wembley



Nama stadion "keramat" di London itu akan terkontaminasi nama sponsor.
Stadion Wembley
 Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) siap melanggar tradisi dengan mengubah nama Stadion Wembley. Nama stadion yang dianggap keramat oleh publik Negeri Ratu Elizabeth II itu akan "terkontaminasi" dengan nama sponsor.

Selama ini, Wembley dikenal sebagai venue olahraga yang tidak tersentuh dengan perjanjian komersial. Namun, stadion yang menjadi kandang tim nasional Inggris dan terletak di Kota London itu akan berubah nama seiring sponsor baru yang didapat FA.

Seperti dilansir The Sun, FA baru saja sepakat menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan provider telepon seluler, EE. Pada September 2012, nama EE sendiri berubah nama dari Everything Everywhere, perusahaan gabungan dari Orange dan T-Mobile.

Namun, diyakini bahwa nama Wembley tidak akan berubah sepenuhnya menjadi EE Stadium. FA masih berharap EE bersedia untuk meningkatkan nilai kerja sama sponsorship sebesar £8 juta, atau setara Rp122 miliar, per tahun jika ingin menjadi sponsor titel stadion.

Saat ini, Wembley terikat dengan sejumlah perjanjian komersial termasuk dengan perusahaan bir Carlsberg, namun bukan sebagai sponsor utama. Stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu diresmikan pada 1923 silam dengan nama Empire Exhibition Stadium

Jumat, 18 Januari 2013

Pemain Ini Ogah Dibandingkan dengan Balotelli


M'Baye Niang (Foto: Getty)
M'Baye Niang (Foto: Getty)

MILAN – Striker AC Milan, M'Baye Niang, menyatakan bahwa dia tidak ingin disebut sebagai The Next Mario Balotelli. Niang merasa dirinya sama sekali berbeda dengan penyerang bengal Manchester City itu.

Niang memutuskan bergabung dengan Rossoneri musim panas lalu setelah direkrut dari klub Prancis, Caen. Pemain berusia 18 tahun ini mengaku bahagia berada di San Siro, dan yakin keputusannya memperkuat Milan adalah tepat.

"Saya bukan Balotelli dari Milan," tegas Niang, seperti dilansir Sport Mediaset, Jumat (18/1/2013). "Terlalu dini untuk mengatakan hal tersebut,” lanjutnya.

"Mario adalah pemain hebat, tapi saya masih sangat muda. Saya baru bermain empat pertandingan untuk Milan musim ini,” ujar pemain Timnas U-21 Prancis ini. "Saya senang dengan pilihan yang saya buat. Rossoneri adalah klub besar dengan sejarah memenangkan banyak gelar," sambungnya.

Kemudian, Niang juga mengomentari dampak yang diberikan Stephan El Shaarawy pada Milan sejauh musim ini. Dia juga mengaku memiliki ambisi tersendiri di kompetisi Italia, termasuk juga membawa Rossoneri ke Liga Champions musim depan.

"Stephan adalah orang yang baik. Bahkan setelah mencetak 14 gol, tidak membuat dia mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. Mudah-mudahan dia bisa melakukan lebih baik di paruh kedua musim ini,” papar Niang.

"Tujuan pribadi saya adalah untuk bermain lebih banyak bersama Milan, tapi saya juga ingin tim ini untuk mencapai tempat ketiga di akhir kompetisi Serie A,

Semoga Sukses, Pep



CHICAGO, KOMPAS.com — Legenda sepak bola Jerman, Jurgen Klinsmann, mengucapkan semoga sukses kepada Josep Pep Guardiola untuk pekerjaan baru sebagai pelatih Bayern Muenchen. Menurut dia, melatih Bayern merupakan kesempatan bagus dan tantangan besar untuk Pep.

"Saya hanya berpikir fantastis ia kembali ke dunia sepak bola. Menurut saya, ini adalah situasi yang menggembirakan untuk klub dan pelatih itu," ujar Klinsmann, yang pernah melatih Bayern pada musim 2008-2009.

"Untuk Pep, ini adalah kesempatan bagus. Baginya, bekerja di Bayern Muenchen merupakan tantangan besar untuknya. Kembali ke dunia sepak bola hanyalah soal waktu bagi (Pep) karena ia adalah pelatih muda yang betul-betul luar biasa. Saya mengucapkan semoga ia mendapatkan pengalaman terbaik di sana."

"Seorang pelatih beradaptasi dengan lingkungannya. Pep juga akan beradaptasi dengan lingkungan Bayern Muenchen. Itulah yang membuat setiap orang di klub-klub ini sangat berbeda dan istimewa."

"Akan menarik melihat bagaimana ia beradaptasi, bagaimana ia mengimplementasikan ide-idenya, karena klub itu dikelola dengan cara sangat berbeda dibandingkan Barcelona," tuturnya.

Secara terpisah, legenda sepak bola Belanda, Frank de Boer, memprediksi Pep tak akan kesulitan beradaptasi di Bayern karena menurut dia, Bayern dan Barcelona memiliki filosofi yang sama.

"Saya bicara dengan mantan pelatih Bayern, Louis van Gaal, dan ia selalu mengatakan bahwa ini adalah klub yang sangat profesional, dikelola dengan sangat baik, dengan filosofi yang sama dengan Barcelona. Jadi, mereka akan mengerti apa yang Pep akan coba lakukan," ujar Frank de Boer.

Keputusan Bayern merekrut Pep dan mengontraknya selama tiga musim, terhitung sejak Juli 2013, tak lepas dari pernyataan pelatih saat ini, Jupp Henynckes, yaitu bahwa dirinya ingin pensiun saat kontraknya habis pada Juni 2013.

Agen Pep, Josep Maria Orobitg, mengungkapkan bahwa kliennya sudah menandatangani kontrak dengan Bayern sebelum Natal 2012 meski Bayern baru mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan Pep pada Rabu (16/1/2013).

Messi: Aku Telah Banyak Berubah


AFP PHOTO/ LLUIS GENE
Penyerang Barcelona dari Argentina, Lionel Messi, berpose dengan 4 penghargaan Bola Emas Pemain Terbaik Dunia jelang laga perempat final Copa Del Rey antara timnya melawan Malaga di Stadion Camp Nou, Rabu (16/1/2013).
 - Tak diragukan lagi, Lionel Messi adalah salah satu pesepak bola terkondang di kolong langit. Bintang Argentina milik Barcelona itu pun mengakui perubahan besar dalam dirinya. Apa itu?

Messi mengaku dirinya sangat dilindungi --terutama privasinya-- ketika berada di luar lapangan hijau. Yang pastim jauh dari ingar-bingat kebintangannya ketika tampil memesona baik ketika berkostum Blaugrana atau La Albicelestes.

Beberapa saat sebelum seremoni FIFA Ballon d'Or Gala di Kongresshaus, Zurich, Swiss, Senin (7/1/2013), pria berusia 25 tahun itu mengungkapkan nyaris segalanya kepada FIFA.com. Berikut petikannya.

Kamu datang di FIFA Ballon d'Or Gala untuk keenam kalinya secara berturut-turut. Apakah itu sudah menjadi semacam kebiasaan atau masih merasakan gairah yang berbeda ketika berada di sini?
Sejujurnya, aku tak pernah membiasakanya. Meski event ini mirip dan secara umum sama, setiap tahun selalu spesial. Hanya berada di sini aku selalu sudah merasa berbeda, sebuah perasaan yang indah mengetahui makna saat-saat seperti ini. Lebih lagi, ini merupakan tanda, Anda telah melakukan pekerjaan dengan baik.
Ketika pertama datang pada 2007, kamu malu-malu, berambut panjang khas remaja, tetapi kamu berubah total saat ini, benar, bukan?
(Berubah) banyak! Itu benar, banyak hal yang telah terjadi dalam diriku dan tentunya aku tumbuh dewasa, baik sebagai pemain maupun sebagai pribadi. Jauh ke belakang, sejak pertama aku datang, saat itu mungkin berumur 18 atau 19 tahun.
Aku jadi lebih dewasa, kepribadianku berkembang, dan karierku telah menemukan bentuk sebenarnya. Banyak hal yang mengubahku.

Diego Maradona sering kali mengatakan setelah FIFA Ballon d'Or 2008, ketika kamu berada sebagai runner-up di belakang Cristiano Ronaldo, bahwa kamu tak akan finis sebagai peringkat kedua lagi. Benar demikian?
Sejujurnya, aku malah tak ingat kapan Diego mengatakan hal seperti itu (tertawa), namun itu benar aku memenangi tiga trofi setelahnya. Berada di sini saja rasanya sudah spektakuler.
Kamu membukukan rekor 91 gol sepanjang 2012. Jika diminta memilih salah satu yang terbaik, gol mana yang kamu pilih?
Aku sudah mengatakannya berulang kali, aku lebih senang mengingat pentingnya gol itu ketimbang apakah gol itu indah atau tidak. Contohnya gol yang dicetak pada saat final. Untuk itu, salah satu gol yang aku cetak ke gawang Athletic Bilbao dalam ajang (final) Copa Del Rey (25 Mei 2012) adalah yang terpenting.
Menurutmu secara pribadi, momen apa yang terpenting sepanjang tahun lalu?
Secara umum, tahun yang bagus bagiku. Meski menginginkan trofi bersama klubku, tahun itu berubah menjadi menjadi positif bersama timnas Argentina. Itu berarti banyak bagi kami dan ini momen terbaiknya: timnas (Argentina) melalui tahun yang baik setelah tak pernah mengalaminya selama bertahun-tahun.
Apa yang akhirnya mengubah penampilanmu menjadi yang terbaik bersama La Albicelestes?
Timnas berubah dengan sendirinya. Agar segalanya berjalan dengan baik, segalanya tergantung pada setiap orang yang terlibat, bukan hanya satu pemain. Bukan hanya aku yang mengalami pengalaman buruk itu, segalanya berubah menjadi tak benar bagi timnas secara keseluruhan, apapun alasannya.
Begitu kami mulai memenangi pertandingan dan hasilnya lebih baik, segalanya menjadi lebih mudah. Para
fans mendukung kami, kritik media tak lagi setajam dulu dan kami dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang berbeda, lebih tenang.
Di atas segalanya, lawan makin segan melihat performa top kami. Perubahan besar adalah dari hasil-hasil performa yang didapat. Sesimpel itu.

Apakah kamu makin diapresiasi di Argentina saat ini?
Ya.
Kami beruntung bertanding di ibu kota, di lingkar dalam wilayah negara kami, dan juga di seluruh tempat yang ada, dan cara
fans dan tim memperlakukanku luar biasa. Itu hasil yang didapat dari apa yang kami capai dari sepak bola kami.
Kami telah memicu antusiasme rakyat dan boleh dibilang kami lebih solid dari sebelumnya.
Kamu mencetak beberapa hattrick pada 2012 dan salah satunya ketika melawan Brasil pada Juni dalam uji coba yang berakhir 4-3. Apakah itu berarti spesial?
Semua gol itu spesial, 'kan? Tetapi, itu semua kalau melihat bagaimana prosesnya dan melawan siapa, ketimbang hanya menilik sekadar uji coba, ketiga gol itu ekstraspesial. Namun, mencetak gol itu rasanya luar biasa, tak peduli ke gawang Brasil atau tim lainnya.
Apakah ada perbedaan saat Barcelona dilatih Pep Guardiola dengan Tito Vilanova sekarang?
Tentu saja. Cara kami bekerja dan bersiap untuk pertandingan sama, tetapi yang berubah adalah Guardiola dan Tito punya kepribadian berbeda dan punya cara yang berbeda mengatur skuad. Mereka punya ide dan gaya masing-masing, tetapi saat bermain dan berlatih kami melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan dalam empat tahun ini.
Berbagai isu nonteknis muncul, seperti kepergian Pep dan problem medis Eric Abidal dan Vilanova. Apakah itu cukup memengaruhimu dan  Barcelona?
Sejujurnya, berbagai isu itu sangat memukul kami. Sepertinya terjadi berurutan dan hal seperti itu yang lebih diperhitungkan ketimbang hasil atau performa kami. Situasi yang menyedihkan. Tentu saja kami terpukul telak, tetapi kami akhirnya dapat melaluinya dengan bergandeng tangan bersama. Syukurlah, Tuhan berpaling kepada Abidal dan Tito. Meski ia (Tito) masih mendapatkan perawatan, semua tanda mengarah kepada hal yang baik. Itu yang terpenting.
Untuk perburuan Juara Liga BBVA musim ini, apakah kamu sudah puas jauh berada di depan lawan?
Kami waspada musim ini masih berjalan panjang. Harapan kami untuk gelar Juara Liga BBVA kali ini berada di tangan kami, berkat keunggulan banyak poin dan cara kami meraih banyak kemenangan, namun masih saja ini belum saatnya bersantai.
Kami tahu seberapa bagusnya Atletico Madrid, karena kami sudah bertanding melawan mereka dan mereka terbukti tim bagus.
Dan, Anda tak bisa begitu saja mencoret peluang Real Madrid, karena mereka selalu berjuang hingga akhir dan menancapkan kuku ancamannya dengan memangkas defisit poin dari kami, itu mereka lakukan lebih dari sekali. Kami tak akan melepas pedal gas, meski kami punya yakin tak punya masalah dan selalu berada di atas trek yang sama.

Beberapa waktu lalu, penulis dan jurnalis dari Uruguay, Eduardo Galeano menulis "Me gusta Messi porque no se cree Messi” (Aku suka Messi karena ia berpikir bukan sebagai Messi). Apakah benar demikian? Apakah kamu menyadari pengaruhmu dalam era sepak bola modern?
Aku tak tahu. Aku hanya berusaha menyelesaikan pekerjaanku dan menikmati apa yang terjadi, menikmati apa yang kami lakukan plus menikmati apa yang kami capai setiap hari. Tak ada waktu untuk bersantai dan memikirkan apa yang telah dilakukan, karena segalanya berjalan terlalu cepat. Begitu salah satu selesai, langsung disusul hal lainnya. Orang akan mengingat Barcelona sekarang ini suatu saat nanti, begitu waktu berlalu.  Penghargaan seperti itu lebih signifikan. Menurutku pribadi, hal seperti itu tak dapat dirasakan hingga saat pensiun nanti, untuk memahami apa yang telah aku lakukan atau apa yang telah aku capai sepanjang karierku.
Dari banyak pertandingan yang disaksikan, kamu bertanding seperti mengejar hal yang belum pernah ada dan tak pernah secara sengaja jatuh di atas lapangan. Apakah itu kebiasaan sejak lahir atau memang dipelajari dari seseorang?
Sejujurnya, aku melakukan hal itu sepanjang hidupku, sejak anak-anak. Aku selalu mencoba menguasai bola dan terus menggiringnya, apapun yang terjadi, dan aku masih mencobanya hingga hari ini. Setiap tahun, aku mencoba berkembang sebagai pesepak bola dan tak terjebak pada kebiasaan yang sama. Aku mencoba memperbaiki penampilanku semaksimal mungkin. Sifat itu bukan dipelajari, tetapi karena memang sudah mendarah daging.
Terakhir, ketika mengharapkan sesuatu pada malam Tahun Baru bersama orang tercinta, apa yang kamu harapkan bisa diraih pada 2013?
Anak lelakiku adalah prioritas utamaku. Sebuah hal manis dan juga perubahan besar, kami menempatkannya sebagai hal pertama.
Lalu, aku berdoa untuk kesehatan Abidal dan Tito, agar keduanya segera sembuh dari masalah kesehatannya.
Terus, berharap kesehatan untukku, keluarga, dan semua orang tercinta.
Setelahnya, dalam konteks olahraga, harapannya kami dapat mempertahankan apa yang sedang kami lakukan dan meraih beberapa trofi.

Kamis, 17 Januari 2013

Li Na & Aga Menang Mudah


Australian Open 2013

Jum'at, 18 Januari 2013 11:33 wib
Agnieszka Radwanska (foto: Reuters)
Agnieszka Radwanska

MELBOURNE – Dua petenis unggulan, Li Na dan Agnieszka Radwanska berhasil menuntaskan babak ketiga Australian Open dengan mudah. Baik Li Na dan Radwanska, keduanya mengalahkan lawan mereka hanya dua set saja.

Li Na bermain apik saat menundukkan lawannya asal Rumania, Sorana Cirstea, dengan dua set langsung, 6-4 dan 6-1. Kemenangan ini mengantarkan petenis unggulan keenam tersebut lolos ke babak keempat.

Pada babak keempat nanti, petenis China ini bakal berhadapan dengan Julia Gorges asal Jerman, yang baru saja mengalahkan rekan kompatriot Li Na, Jie Zheng, dengan pertarungan tiga set, 6-3 1-6 7-5.

Sementara itu di Hisense Arena, unggulan keempat di Australian Open 2013, Agnieszka Radwanska juga sukses menyingkirkan lawannya asal Inggris, Heather Watson dengan dua set langsung 6-3 6-1.

Dengan kemenangan ini, petenis yang akrab disapa Aga tersebut, akan berhadapan dengan petenis Serbia, Ana Ivanovic, yang sukses menyingkirkan rekan senegaranya, Jelena Jankovic. Dalam perang saudara tersebut, Jankovic dikalahkan hanya dengan dua set langsung, 7-5 6-3.

Minggu, 13 Januari 2013

fergie aneh lihat ronaldo

Fergie: Aneh, Lihat Ronaldo Datang Sebagai Musuh!

 
Memori Ferguson saat Ronaldo masih di Man. United (Foto: Reuters)
Memori Ferguson saat Ronaldo masih di Man. United (Foto: Reuters)
MANCHESTER - Hasil undian babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan Real Madrid dan Manvchester United, membuat Cristiano Ronaldo harus kembali ke Old Trafford. Namun, kali ini sang megabintang datang sebagai musuh.

Pelatih United, Sir Alex Ferguson pun mengaku senang melihat Ronaldo bisa kembali bermain di hadapan ribuan Manchunian –julukan fans United-. Namun, dia merasa aneh harus melihat mantan anak emasnya itu datang dengan misi menghabisi tim yang pernah membesarkan namanya.

Ya, Ronaldo memang sempat menjadi ikon di klub berjuluk Setan Merah tersebut. Didatangkan dari Sporting Lisbon pada 2003, CR7 menghabiskan enam tahun di Old Trafford dan membantu klub meraih berbagai gelar bergengsi.

“Saya senang dengan itu (melihat Ronaldo kembali). Namun, ada perasaan aneh (melihat Ronaldo datang sebagai musuh)” tutur Ferguson dikutip ESPN.

Dalam kesempatan ini, Fergie juga menyatakan keinginannya membawa Ronaldo kembali ke Theatre of Dream, meski dia mengaku hal itu sulit terealisasi.

“Pertama, berapa banyak dana yang harus kami keluarkan untuk mendatangkan dia (Ronaldo) dari Real Madrid? Kedua, saya tak berpikir ada kemungkinan mereka (Madrid) akan menjualnya,” imbuh manajer kawakan asal Skotlandia itu.

“Tapi Anda tak akan pernah tahu. Saya tak tahu kapan kontraknya akan berakhir. Dia mungkin akan bermain di klub lain suatu saat nanti. Saya sendiri berharap dia mau datang ke sini lagi,” tandas Fergie.

10 pemain madrid ditahan tim papan bawah

Tim Juru Kunci Tahan 10 Pemain Madrid


Mesut Ozil dan Gonzalo Higuain. (Foto: Reuters)
Mesut Ozil dan Gonzalo Higuain. (Foto: Reuters)
OSASUNA – Real Madrid kembali memperlihatkan permainan tidak stabil. Menyambangi markas Osasuna, Los Blancos yang bermain dengan 10 pemain gagal memetik tiga angka setelah harus puas bermain dengan tanpa gol.

Hasil ini, Madrid mengumpulkan 37 poin dari 19 pertandingan La Liga. Sedangkan bagi Osasuna, tambahan satu angka ini sangat berarti karena membuat mereka meninggalkan posisi paling buncit klasemen La Liga. Kini Osasuna menempati posisi 19.

Babak Pertama
Bertanding di markas Osasuna, Minggu (13/1/2013) dini hari WIB, Jose Mourinho tidak dapat menurunkan sejumlah pemain andalan seperti Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos yang sedang menjalani hukuman.

Sedangkan Pepe masih mengalami cedera. Mourinho kembali mengandalkan Iker Casillas di penjaga gawang. Jose Callejon masuk menggantikan Ronaldo, sedangkan Gonzalo Higuain yang baru sembuh dari cedera, dimainkan sejak awal laga.

Kendati demikian, Osasuna sama sekali tidak gentar menghadapi Madrid. Terbukti, skuad besutan Jose Luis Mendilibar mampu memberikan perlawanan kepada Casillas dkk sepanjang pertandingan.

Menit 25, Madrid mendapatkan kesempatan pertama membobol gawang Osasuna. Angel Di Maria berhasil merebut bola setelah kiper Andres Fernandez gagal menangkap bola dengan sempurna. Tapi, usaha Di Maria untuk memberikan umpan kepada Sami Khedira gagal karena bola berhasil dibuang oleh bek Osasuna, Bertran.

Osasuna mencoba membalas lewat Alvaro Cejudo. Usahanya untuk melakukan satu-dua sentuhan Armenteros tidak membuahkan hasil, setelah tendangannya melambung ke atas gawang. Skor tanpa gol menutup babak pertama.

Babak Kedua
Mourinho mencoba menambah intensitas serangan dengan memainkan Kaka dan Karim Benzema. Gelandang serang asal Brasil masuk menggantikan Di Maria, sedangkan Benzema menggantikan Higuain.

Los Rojillos (julukan Osasuna) kembali mengancam gawang Madrid pada menit 68 lewat Lolo. Pemain dengan nama lengkap Manuel Ortiz Toribio ini memenangi duel udara dengan pemain belakang Madrid. Sayang, tandukan Lolo masih meninggi di atas gawang Casillas.

Osasuna terus menekan pertahanan Madrid. Hal ini membuat pemain Los Blancos mengalami frustasi. Memasuki menit 75, Madrid harus bermain dengan 10 pemain setelah Kaka yang baru masuk di babak kedua harus meninggalkan lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua.

Skuad Mendilibar mencoba untuk menekan pertahanan Madrid. Tapi, pemain Osasuna kurang tenang dalam penyelesaian akhir dan Madrid harus puas mendapatkan satu poin dalam lawatan kali ini. Skor tanpa gol bertahan hingga usai.

Susunan Pemain
Osasuna (4-2-3-1): Fernandez; Bertran, Ruben, Arribas, Damia; Lolo, Oier; Cejudo (Llorente 86), Nino, Armenteros; Sola.

Real Madrid (4-2-3-1): Casillas; Arbeloa, Varane, Albiol, Coentrao; Xabi Alonso, Khedira; Modric (Ozil 68)., Di Maria (Kaka 58), Callejon; Higuain (Benzema 58).