Tampilkan postingan dengan label ENTERTAINMENT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ENTERTAINMENT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Januari 2013

Demi Moore Kencani Bekas Pacar Lindsay Lohan

Jum'at, 18 Januari 2013 12:13 wib

Demi Moore (Foto: wenn)
Demi Moore

LOS ANGELES - Demi Moore tampaknya masih berusaha mencari pengganti Ashton Kutcher. Setelah dikabarkan menggoda pria muda saat berlibur di Meksiko, artis berusia 50 tahun ini terlihat makan malam bersama bekas kekasih Lindsay Lohan, Harry Morton.

Keduanya menikmati kencan di sebuah restoran di South Beverly Grill, Kamis, 17 Januari 2013. Demi moore dan Harry memang disebut saling bertemu dan mulai menjalin hubungan asmara.

Harry yang tiga tahun lebih muda dari Ashton meninggalkan restoran dan diikuti Demi moore. Mereka selalu mengumbar senyum sambil menunggu mobil di lobi restoran. Menurut saksi mata, keduanya menggunakan kendaraan yang sama dan menuju rumah Demi. Demikian seperti dilansir Dailymail, Jumat (18/01/2013).

Pria berusia 31 tahun tersebut telah beberapa kali mengajak Demi berkencan. Namun, perwakilan kedua pihak belum memberikan komentar.

"Demi sangat pusing selama kencan dengan Harry. Dia sangat menyukainya dan terlihat sangat nyaman bersamanya," ungkap sumber.

Namun, seorang sumber lain mengatakan kepada TMZ, bahwa Demi dan Harry hanya berteman dan tidak sedang berkencan.

"Mereka berusaha mengenal satu sama lain. (Demi) berada dalam tempat yang bagus saat itu dan berharap tentang masa depan," ujarnya

Selasa, 08 Januari 2013

asmara habibi dan ainun

Film Sejarah dan Asmara; Habibi dan Ainun

download film kisah cerita habibi dan ainun
Inilah Film kisah asmara BJ Habibie dengan istrinya, Ainun, diangkat dari buku karya mantan Presiden RI yang ke-tiga ini. film yang sangat menakjubkan.
Adrie yang konon masih saudara dari Habibie ini, kudu ekstra kerja keras merampungkan film tersebut sebelum hari ulang tahun Ainun. Yakni, tanggal 11 Agustus 2012.
Saat ditemui di kawasan Mega Kuningan Jakarta belum lama ini, Adrie mengungkapkan keinginannya untuk menggarap film Habibie-Ainun, karena dilatar-belakangi oleh laku kerasnya buku bertajuk Habibie dan Ainun di pasaran.

Kisah Sejarah Penulisan Buku Habibi Ainun

Buku itu ditulis sendiri oleh pria bernama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie selepas sang istri meninggal dunia pada Mei 2010 lalu. Wanita bernama lengkap     Hasri Ainun Habibie ini meninggal di RS Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Grohadern, Munich sekitar pukul 17.35 waktu Jerman atau sekitar pukul 22.50 WIB.
Buku ini menjadi menarik, karena mengisahkan tentang asmara habibi dan ainun, kita kembali kepada sebuah ungkapan: ‘Hingga Maut Memisahkan’.Asmara habibi dan ainun Dan rasanya, memang sebuah ungkapan yang pas buat pasangan Habibie-Ainun. Pasalnya, dengan penuh kesetiaan, Habibie menunggu sang istri dalam suka dan duka, bahkan hingga Ainun dipanggil Yang Maha Kuasa.

Buku Ainun Habibi dalam Tiga Bahasa (Arab, Jerman dan inggris)

Dari itulah, maka Habibie membuat buku perjalanan kisah asmara mereka. Tanggapan pasar cukup bagus, bahkan buku tersebut pun sudah diterjemahkan ke dalam tiga bahasa, dengan menggunakan tiga penerjemah.
Yakni, Profesor Nabila Lubis untuk bahasa Arab, Brigitte Burke untuk edisi bahasa Jerman, dan edisi bahasa Inggris oleh Satrio widono. Dari itulah, Adrie langsung berinisiatif menggarap buku tersebut ke dalam film layar lebar.
Menanggapi hal itu, salah seorang sineas senior Tanah Air, Deddy Mizwar, Jumat (3/2), di kawasan Cikini Jakarta mengatakan, kalau film-film yang mengangkat tentang tokoh Indonesia memang saat ini jarang ada. Nah, dengan adanya penggarapan film Habibie dan Ainun ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif untuk memperkaya film sejarah di Indonesia. Kenapa?
"Sebab, Habibie merupakan salah seorang tokoh yang masih disegani di Indonesia. Habibie juga banyak menghasilkan karya, salah satunya di bidang penerbangan. Hingga ke tingkat internasional, karyanya pun diakui," papar pemeran tokoh Nagabonar ini. 

Di Balik Pembuatan Film Habibi Ainun

film sejarah kisah cerita habibi ainunKisah sejarah Perjuangan Cinta Habibie Ainun
Film-film yang mengangkat tentang tokoh kepahlawanan atau pun tokoh yang berprestasi hingga ke tingkat internasional itu, lanjut Deddy, penting keberadaannya. Pasalnya, semua film itu sebenarnya merupakan pencetak sejarah, yang kelak bisa terus dinikmati oleh berbagai generasi.
Misalnya, film Cut Nyak Dien yang pernah diperankan oleh aktris kawak di negeri ini, Christine Hakim. Kyai Haji Ahmad Dahlan lewat film Sang Pencerah. Bahkan, film Sunan Kalijaga dan Nagabonar yang pernah ia perankan sendiri.
Gunanya apa, Dedy menjelaskan, itu untuk menjaga nasionalisme dari generasi ke generasi, bahwa di negeri ini punya banyak orang hebat. Pun, akhirnya bangga menjadi orang Indonesia.
Meski pun mengangkat tentang kisah asmara Habibie-Ainun, tapi nama besar Habibie-lah yang bisa memberikan pelajaran berharga kepada semua generasi, bahwa cinta sejati itu ternyata masih ada.
Perfilman di Indonesia sendiri, kata Deddy, saat ini masih kategori mengalami pasang-surut. Ditambah, masih banyaknya masalah festival film di negeri ini, yang seperti kita tahu masih banyak adu pendapat, sehingga banyak jenis festival film di Indonesia. Sebut saja, Festival Film Indonesia (FFI) dan Indonesian Movie Awards (IMA).
Beberapa sineas juga masih masuk dalam pengkotak-kotakkan. Ada Masyarakat Film Indonesia (MFI), yang diprakarsai oleh sineas gaek Mira Lesmana, Riri Riza, dan Nia Dinata.
Dalam kacamata MFI, film di Indonesia masih ‘dikuasai’ oleh kepentingan, bukan dihargai secara karya. Misalnya, pemenang FFI diduga masih ada unsur kepentingan dari pihak rumah produksi terkait. Siapa berani bayar, itu pemenangnya, sehingga MFI lebih memilih mengikuti IMA, yang diprakarsai oleh salah satu televisi berlambang rajawali itu.
Sementara bagi Deddy sendiri, ia lebih ingin bersifat netral bersama sineas-sineas kawak lainnya, seperti Didi Petet dan Niniek L Karim. Aktor sekaligus Sutradara sinetron Kiamat Sudah Dekat ini ingin menjadi jembatan bagi perfilman nasional, sehingga semua bisa berkarya dan masyarakat pun bisa diberikan suguhan tontanan film yang berkualitas, bukan yang berbau esek-esek seperti beberapa tahun belakangan ini.
Sedangkan sineas handal lainnya, Garin Nugroho, saat ini sedang merampungkan sebuah film sejarah dan kepahlawan berjudul Soegija, yang mulai diproduksi pada Nopember 2011 lalu.
Dengan mangambil lokasi di Gereja Gedangan Semarang, film ini mengangkat ketokohan Uskup Mgr Soegijapranata pada era perjuangan kemerdekaan Indonesia tahun 1940-1949. Soegijapranata sendiri merupakan tokoh Katolik pribumi Jawa yang pertama kali menjadi uskup serta dikenal sebagai seorang pahlawan nasional.
Film ini telah direncanakan sekitar tiga tahun lalu oleh Studio Audio Visual Puskat dan Garin sebagai sutradaranya. Film ini menggandeng sejumlah artis dan seniman seperti Nirwan Dewanto, Butet Kertaradjasa, dan Olga Lydia.
Kenapa Garin tertarik menggarap film berlatar belakang sejarah ini? "Garin juga mengungkapkan, bahwa film ini menjadi sangat penting, karena memberikan pesan yang mendalam tentang sebuah kepemimpinan," ujar Garin saat dihubungi via ponsel pribadinya belum lama ini.
Film ini sendiri, tambah Garin, tidak akan banyak berbicara mengenai agama, melainkan lebih banyak tentang pesan universal dan kemanusiaan. Dari film inilah, menurut Garin, bangsa Indonesia akan belajar tentang kemanusiaaan dan multikulturalisme.
Demikian munculnya tentang film sejarah. Kisah Profesor Cinta; Habibie dan Ainun juga tak kalah pentingnya anda baca.

Rabu, 12 Desember 2012

Djoko Di Tahan


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas Polri) Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator untuk surat izin mengemudi (SIM). Inilah kali pertama KPK menahan seorang jenderal aktif. Namun, kali ini, penahanan Djoko diprediksi tidak akan memanaskan kembali hubungan KPK dan Polri.

"Untuk kasus Djoko, hubungan KPK-Polri tidak akan sekeras sebelumnya (awal Oktober), mengingat sudah adanya sikap Presiden sekaligus menjadi 'dukungan' politik bagi KPK," ujar pengamat politik dari The Indonesian Institute, Hanta Yudha, Selasa (4/12/2012), di Jakarta.

Seperti diketahui, awal Oktober lalu, hubungan antara Polri dan KPK meruncing menyusul upaya penangkapan seorang penyidik KPK asal Polri Kompol Novel Baswedan karena tuduhan melakukan dugaan penganiayaan pada tahun 2004. Upaya penangkapan ini dilakukan pada 5 Oktober 2012, tepat pada hari saat Djoko diperiksa KPK untuk pertama kalinya. Polemik ini akhirnya ditengahi Presiden SBY yang memerintahkan Polri menyerahkan penanganan kasus simulator kepada KPK.

Dengan perintah Presiden ini, Hanta melihat tidak ada pilihan bagi Polri untuk mengutak-atik kasus dugaan korupsi simulator SIM ini. "Polri tidak punya pilihan lain kecuali menyerahkan proses kasus ini sepenuhnya di KPK," kata Hanta.

Sementara itu, dalam konteks kelembagaan, hubungan KPK-Polri relatif antiklimaks. Hal ini, menurutnya, perlu didukung agar KPK dan Polri tetap independen dan profesional. Di sisi lain, Polri bisa jadi mendapat "dukungan" politik dari beberapa politisi yang selama ini selalu mengkritik keras KPK.

"Dukungan politik politisi ini berpotensi memancing konflik KPK-Polri. Namun, sekali lagi, ini akan sangat bergantung pada sikap politik Presiden SBY, sejauh mana keseriusan Presiden memberi dukungan politik kepada KPK," ujarnya.

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menahan tersangka kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo, Senin (3/12/2012). Djoko yang merupakan mantan Kepala Korlantas Polri itu ditahan di rumah tahanan KPK yang berlokasi di Kompleks Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

Pemeriksaan Djoko sebagai tersangka Senin kemarin merupakan pemeriksaan yang kedua. Awal Oktober lalu, KPK memeriksa Djoko selama lebih kurang delapan jam. Saat itu, KPK tidak langsung menahan Djoko. Pimpinan KPK beralasan, penahanan Djoko belum diperlukan. Dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM, Djoko diduga bersama-sama melakukan penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara atau menguntungkan pihak lain. Selain Djoko, KPK menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni mantan Wakil Kepala Korlantas Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo dan dua pihak rekanan, Budi Susanto serta Sukotjo S Bambang. Diduga, timbul kerugian negara sekitar Rp 100 miliar dalam proyek simulator tersebut

Acha Lamar Pekerjaan


Beberapa bulan yang lalu, artis peran Acha Septriasa sempat bekerja di  kantor. Namun, kini ia sudah kembali mengambil peran dalam film Bangun Lagi Dong Lupus alias film Lupus versi baru, yang diproduksi oleh Komando Pictures dan akan diputar di gedung-gedung bioskop dalam rangka Hari Kasih Sayang 2012.

"Rezeki di film kali ya? Sinetron aja aku enggak banyak. Sekali, dua kali nyoba, tapi hatiku lebih ke film, jadi (tawaran) datangnya film terus," kata Acha, yang ditemui di lokasi shooting film tersebut di Jakarta, Senin (3/12/2012) siang.

Pemain film Test Pack ini merasa dunia perfilman merupakan dunianya. Bermain dalam film juga lebih menyenangkan hatinya. "Film layar lebar lebih prestis dalam hal orang sampai harus bayar untuk nonton kita doang," tuturnya.