
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku telah
mengantongi sekitar
10 oknum DPR memeras BUMN (‘upeti’) ke
perusahaan plat merah. Namun begitu, Dahlan baru akan membuka identitas
mereka jika DPR meminta secara resmi.
‘’Saya punya list-nya, nggak sampai 15, sekitar 10 oranglah,’’ ujar
Dahlan saat ditemui di kantor pusat PT Permodalan Nasional Madani (PMN)
kemarin.
Setidaknya
10 oknum DPR "memeras" BUMN. Sayang, Dahlan menolak mengungkapkan nama-nama oknum
anggota DPR yang bertindak seperti preman Senayan itu.
Sehari sebelumnya, Dahlan mengaku sudah menanyai satu-persatu Direksi
BUMN, dan ternyata banyak yang pernah 'dipalak' oknum anggota DPR. Dia
mengaku siap membuka nama-nama oknum anggota DPR itu kalau diminta resmi
oleh DPR. ‘’Saya sebut inisial
10 oknum DPR "memeras" BUMN , meskipun mungkin jumlahnya
banyak,’’ katanya sambil tersenyum.
Dia menilai, aksi oknum anggota DPR itu sudah tidak tahu malu karena
tega meminta BUMN yang tidak memiliki uang. Lucunya, oknum anggota DPR
itu bahkan memberi alternatif lain.
‘’Vendor (rekanan BUMN) saja yang bayar, nanti baru BUMN bayar ke
vendor. Jadi oknum itu ngajari Direksi. Itu kan menunjukkan kalau dia
ngebet banget dapet uang,’’ cetusnya.
Sementara itu, disaat hubungan BUMN dan DPR memanas, kemarin beredar
pesan singkat (SMS) yang berisi inisial nama-nama anggota DPR yang
pernah memeras BUMN. Namun Dahlan membantah jika informasi itu datang
dari BUMN. ‘’Nggak mungkinlah BUMN yang menyebarkan itu. Nggak usah
ditanggapi yang begitu,’’ tegas Dahlan singkat.
SMS gelap yang beredar tersebut menyebutkan 18 inisial anggota DPR yang
dianggap melakukan pemerasan terhadap BUMN. Isi SMS tersebut adalah :
‘’Ini Inisial Anggota DPR RI yang memeras BUMN: AK, IM, SN, NW, BS
(Golkar) PM, EV, CK (PDIP) AR, IR, SUR (PKS) FA (HANURA) ALM, NAS, (PAN)
JA, SG, MJ (PD) MUZ (GERINDRA) Info: Humas BUMN.’’
Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi langsung membantah keras
SMS yang isinya menyebutkan inisial oknum anggota DPR tersebut.
‘’Humas (BUMN) tidak pernah menyebar inisial nama anggota dewan pemeras
BUMN termauk fraksinya. Itu nggak benar, kita nggak pernah menyebarkan
SMS,’’ katanya
SMS gelap ini bahkan telah sampai ke Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria
Bima, yang langsung menelepon dirinya untuk meminta klarifikasi.
‘’Aria Bima menelepon saya mendapat SMS yang menyampaikan bahwa Humas
BUMN mengeluarkan nama dan inisial itu. Kami (Humas BUMN) kaget dan
shock. Kita nggak pernah mengeluarkan daftar seperti itu,’’ tukasnya
Humas BUMN, Rudi Rusli menilai SMS itu hanya untuk memperkeruh hubungan
dengan DPR. Dia menegaskan bahwa informasi itu tidak benar.
‘’Itu SMS rumor atau SMS gelap. Masak nulisnya Humas BUMN, bukan Humas
Kementerian BUMN. Nggak ngerti juga si pembuat SMS gelap itu nama
instansi Kementerian BUMN,’’ jelasnya.
Terpisah, Fraksi Partai Demokrat (F-PD) di DPR, mendukung penuh upaya
Dahlan Iskan untuk mengungkap oknum DPR pemeras BUMN. Termasuk, tiga
orang kader partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu yang diduga
terlibat.
Ketua F-PD, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan tidak akan melindungi
kadernya jika benar-benar terlibat dalam pemerasan. ‘’Kami akan dukung
Dahlan Iskan untuk mengungkapkan setuntas-tuntasnya masalah ini. Kalau
memang ada oknum dari DPR, sebutkan dan jelaskan,’’ kata Nurhayati
kepada wartawan, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (30/10).
Dia menegaskan, sekarang ini sudah era keterbukaan. Karenanya, Nurhayati
mendorong Dahlan Iskan sebutkan saja nama-nama oknum Anggota DPR itu.
‘’Kalau perlu lapor langsung ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),’’
tegasnya.
Dia menambahkan, Dahlan sebagai pembantu presiden tidak perlu
berlarut-larut dalam masalah ini. Untuk itu ia berharap Dahlan bisa
mengungkap masalah ini supaya tidak menjadi polemik berkepanjangan di
publik.
‘’Kasihan masyarakat sudah mendengar yang benar dan yang tidak. Ini
sudah menjadi rahasia umum perlu diklarifikasi dengan jelas. Pemerasan
(merupakan) tindak pidana harus dilaporkan kepada polisi. Dahlan Iskan
harus segera mengungkapkan dan kami mendukung upaya penyehatan dan
kebersihan BUMN,’’ ungkap dia.